Kadang-kadang susah kita hendak faham. Bila berkata yang haq itu maka disalahkan.

Kecoh kini Ustaz Shahul Hameed dikatakan menghina apabila menyebut patung berhala Hindu yang terjelir lidah.

Saya hanya sekadar mampu semak dalam internet. Patung berhala (perempuan) yang terjelir lidah itu dipanggil Kali. Dan dari kebanyakan carian, memang gambarnya lidah terjelir. Memang panjang pun terjelirnya. (saya tidak mahulah letak gambar-gambar berhala tersebut di blog ini) Kitakan ada doa khusus apabila setiap kali melintasi kuil/tokong/dan seumpamanya.

Sekadar memetik beberapa gambaran dari Wikipedia (http://en.wikipedia.org/wiki/Kali)

with gaping mouth, fearful with her tongue lolling out, having deep reddish eyes, filling the regions of the sky with her roars,

The drooping out-stuck tongue represents her blood-thirst. Lord Shiva beneath her feet represents matter, as Kali is undoubtedly the primeval energy. The depiction of Kali on Shiva shows that without energy, matter lies “dead”.

Her eyes are described as red with intoxication, and in absolute rage, her hair is shown disheveled, small fangs sometimes protrude out of her mouth, and her tongue is lolling.

… disebut “blood thirst“!

[tetapi ada yang mengatakan bahawa gambaran yang dimaksudkan oleh Ustaz Shahul ialah patung berhala Ganesh yang berkepala gajah]

Dari petikan di atas, jelas sekali Wikipedia memberi gambaran yang sama (tentang lidah terjelir) dengan apa yang disebut oleh Ustaz Shahul. Malah kebanyakan hasil yang saya perolehi memberi gambaran yang buruk terhadap lidah terjelir itu.

Yang JAHAT dan JELAS menghina ayat Al-Quran dengan menghalang JAKIM mengeluarkan teks khutbah yang menyebut niat jahat orang Yahudi dan Nasrani (Kristian) yang selama-lamanya akan merencana untuk menyesatkan umat Islam – kita hendak kata apa? Kit Siang jelas AMAT celupar. (baca – Apakah Kini Berpesan Sesama Sendiri Ingatkan Firman Allah Sudah Tidak Boleh Lagi?)

Di mana hendak kita letak hadith ini:

“Barangsiapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah dengan lisannya (mulutnya). Jika tidak mampu, hendaklah dengan hatinya (iaitu membenci kemungkaran yang berlaku) dan itulah selemah-lemah iman” 

Apa tindakan yang diambil terhadap keceluparan seorang politikus keparat ini?